Pembelajaran Matematika model Sinektiks
24 Juni 2010Belajar Matematika dijaman sekarang guru tidak lagi merupakan satu-satunya sumber dalam pembelajaran . Sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai macam media informasi seperti majalah , Koran , tabloid , tv , internet , dan media di masyarakat secara nyata. Pembelajaran dengan cara konvensional seperti ceramah , Guru menjelaskan murid mencatat , murid hanya bersifat menerima dan guru memberikan , untuk dimasa sekarang siswa akan semakin tertinggal apabila hanya mengandalkan pembelajaran dalam kelas saja. Siswa kelas Multi Media SMK Negeri 1 Klungkung yang sudah dilatih menggunakan internet dengan baik dan disekolah telah tersedia jaringan internet yang bisa digunakan kapan saja , SMK Negeri 1 Klungkung juga sudah memiliki web Site di www.smkn1.sch.id Untuk situasi ini diperlukan ide guru agar mampu mengarahkan siswa memanfaatkan media internet untuk hal-hal yang positif untuk membangun dan mengembangkan dirinya sendiri.
Selama ini dari pengamatan penulis situasi belajar siswa sering tidak efektif karena adanya kegiatan sekolah untuk persiapan pelaksanaan lomba maupun kegiatan yang menyebabkan guru tidak hadir di kelas, ada juga kegiatan guru yang sering berbenturan dengan jam pembelajaran siswa . Apabila guru tidak masuk kelas siswa banyak yang keluyuran di serambi kelas , duduk duduk dikantin , Ngrumpi dihalaman sekolah , bahkan yang lebih parah adalah keluar sekolah dengan berbagai alasan , kebut-kebutan dijalan. Situasi inilah yang perlu dicarikan solusi agar siswa merasakan bahwa belajar tidak mesti harus dari guru saja, Belajar belajar tidak mesti harus menunggu guru , belajar tidak mesti hanya pada jam pelajaran sesuai jadwal.
Siswa pada umumnya ingin situasi santai tanpa tekanan , bebas mengekspresikan ide , siswa akan merasa lebih nyaman berdebat dengan temannya , siswa akan merasa lebih leluasa apabila dapat mencari sendidri apa yang menjadi keinginannya , siswa akan lebih senang melakukan sesuatu apabila sudah merasa sebagai kebutuhannya sendiri . Untuk mengakomodasi hal-hal semacam ini diperlukan ide guru yang lebih akomodatif baik dalam pembelajaran dikelas ataupun pemberian tugas-tugas diluar kelas. Motivasi intrinsik siswa diharapkan dapat tumbuh dengan subur. .
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup didalam situasi belajar dan memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa . Motivasi intrinsik datang dari diri anak sendiri , motivasi ini sering disebut motivasi murni (Udin S Winataputra,1995;104)
Pola berbuat dan berpikir siswa selayaknya diubah dari sekedar menerima materi pembelajaran menjadi memerlukan materi pembelajaran , dari sekedar menunggu guru masuk kelas menjadi siswa yang siap bekerjasama dengan guru mencari solusi permasalahan , Dari prilaku siswa yang suka ribut tanpa masalah yang jelas dalam kelas menjadi siswa yang sibuk mendiskusikan permasalahan sambil menunggu guru. Kelas diharapkan nantinya menjadi ruang untuk interktif antara guru dengan siswa ,dan antar siswa dengan siswa bukan lagi hanya menjadi ruang untuk mendengarkan informasi dari guru. Siswa dalam hal ini diharapkan benar-benar belajar . Belajar dan pembelajaran diharapkan dapat seiring dan sejalan untuk mencapai tujuan .
Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dibandingkan dengan motivasi yang dipaksakan dari luar ,karena kepuasan yang diperoleh oleh individu sesuai dengan porsi atau ukuran terdapat dalam diri siswa itu sendiri ( Udin S Winataputra;1995;105). Apabila siswa sudah merasakan bahwa bersekolah bukan hanya mencari “sekedar tanda tamat belajar (STTB)” , tetapi lebih pada rasa memerlukan pengetahuan untuk mengisi kehidupan . Karena merasa sangat memerlukan dan ingin mencapai apa yang menjadi tujuannya dan ingin menguasai apa yang sedang dipelajarinya ,siswa secara individu dengan tingkat kepuasan yang dimiliki siswa akan berpengaruh pada langkah-langkah selanjutnya ,berusaha mencari solusi permasalahan dengan benar, mengerjakan tugas dengan baik dan tanpa terpaksa terhadap tugas-tugas belajar tersebut.
