BBM Naik, Biaya Pendidikan Naik ?
30 Mei 2008 Kategori: artikelMenyingkapi kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang erat kaitannya dengan berbagai bidang kemasyarakatan khususnya ekonomi. Bagaimana dengan bidang pendidikan dan pembiayaannya ? Pengaruh ada berat dan tidak langsung.
Pendidikan didukung oleh berbagai elemen seperti buku, guru, media pendidikan dan sarana dan prasarana pendidikan. Kenaikan BBM menyebabkan harga bahan kertas naik, kemudian setelah dicetak harga pendistribusian(pengiriman buku) juga meningkat sehingga mau tidak mau buku juga harus dinaikkan. Guru sebagai pendidikan dan juga manusia biasa yang harus menanggung hidup keluarga dan dirinya agar bisa hidup membutuhkan sandang, papan dan pangan yang cukup. Dengan kenaikan BBM semua harga meningkat sehingga gaji guru sebisa mungkin di naikkan demi pendidikan berkualitas. Sedangkan media dan prasarana pendidikan harganya juga naik akibat harga BBM yang melambung.
Masalah ekonomi merupakan masalah yang pelik dan sensitif. Dimana dalam keadaan masyarakat yang terpuruk saat ini (khususnya yang kelas masyarakat menengah ke bawah). Semua pihak diharapkan bantuannya agar mampu membantu, entah dengan penghematan, bantuan lapangan pekerjaan atau pun yang lainnya.
Mungkin dengan kesadaran hidup dan kepedulian manusia bisa saling membantu untuk mengatasi kesulitan ini. Dimana masyarakat mampu tidak ikut meminta subsidi BBM (sadar dengan membeli dengan harga tanpa subsisidi), ikut berhemat dalam penggunaan BBM, oknum pejabat juga jangan korupsi dong (he...he...he...) kasihan masyarakat sudah mau berhemat eh malah oknum pejabat yang boros. Masyarakat juga jangan malas hanya nunggu BLT (Bantuan Langsung Tunai), tetaplah bekerja dengan giat dan semangat hidup. Khusus untuk pendidik dan anak didik tetaplah belajar, belajar dan belajar.
Menggunakan media digital atau internet mungkin dapat menjadi pilihan lain untuk mengatasi harga buku yang melambung, dari menggunakan buku fisik menjadi e-book. Namun hal tersebut tidak juga akan menambah masalah baru, dimana produktifitas penulis akan menurun, penerbit juga akan banyak gulung tikar. Dengan kesadaran masyarakat, e-book yang dibuat penulis di distribusikan oleh penerbit (baik melalui internet, cd maupun media digital lainnya) kemudian di beli oleh masyarakat (bukan di bajak) maka biaya produksi buku dapat di tekan.
Semoga saja ke depan ada perubahan yang lebih baik di segala bidang. Tetap berusaha dan belajar demi masa depan yang lebih baik dan sejahtera.

